Gerindra: Bila Bambang Widjojanto Ditolak Jadi Panelis Debat, Tanda Kubu Jokowi-Ma’ruf Takut

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro mengatakan berlebihan bila mempermasalahkan Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) sebagai panelis debat, hanya karena pernah menjadi pendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 lalu.

Menurut Nizar, bila kemudian Bambang Widjojanto ditolak menjadi panelis debat menunjukkan bahwa kubu Jokowi-Ma’ruf takut.

“Kalau benar Bambang Widjojanto ditolak oleh timses sebelah itu pertanda mereka takut,” ujar Nizar saat dihubungi, Senin (31/12/2018).

Nizar menduga dipermasalahkannya Bambang Widjojanto menjadi panelis debat bukan karena soal netralitas. Melainkan mereka takut sikap kritis Bambang Widjojanto membuat Jokowi-Ma’ruf tidak berdaya dalam debat.

“Saya yakin bukan hanya sekedar alasan netralitas seorang Bambang Widjojanto lebih kepada ketidak inginan publik untuk memahami bagaimana saat itu seorang Presiden tidak berdaya,” katanya.

Nizar yakin Bambang Widjojanto akan bersikap netral saat menjadi panelis nanti. Ia memiliki reputasi yang baik selama ini yang tidak mungkin dipertaruhkan dengan ketidaknetralan saat menjadi panelis debat.

“Soal netralitas saya masih yakin kok seorang Bambang Widjojanto yang rekam jejaknya sangat berintegritas maka akan profesional dalam menjadi panelis. Dan tidak mungkin tokoh kaliber beliau menkesampingkan dimensi keadilan dalam sebuah debat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan delapan orang panelis untuk debat pertama kandidat calon presiden-calon wakil presiden di Pemilu 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, delapan orang tersebut, yaitu Prof. Hikmahanto Juwana, Prof. Bagir Manan, Ahmad Taufan Damanik, dan Bivitri Susanti. Lalu, Adnan Topan Husodo, Bambang Widjojanto, Margarito Kamis, dan terakhir unsur pimpinan KPK. Namun, untuk unsur pimpinan KPK, masih dalam tahap konfirmasi.

Pencantuman nama mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, sebagai panelis debat kandidat pertama dipertanyakan. Hal ini, karena Bambang Widjojanto pernah berstatus sebagai Anggota Tim Gubernur DKI Jakarta untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Bambang Widjojanto bekerja di bawah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Belakangan, Sandiaga, maju mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Selain itu, Bambang Widjojanto pernah berstatus tersangka dalam kedudukan sebagai kuasa hukum Ujang Iskandar, calon bupati Kotawaringin Barat pada 23 Januari 2015 telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri.

Namun, Jaksa Agung memutuskan menerbitkan penetapan deponeering atas perkara itu, dengan dalih menggunakan hak prerogatif yang diberikan pasal 35 huruf C UU Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan Agung RI.

Seperti diketahui, KPU RI telah menetapkan jadwal Debat Capres-Cawepres 2019. Debat pertama akan menghadirkan Capres-Cawapres untuk membahas masalah Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Debat rencananya akan digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada 17 Januari mendatang. Debat tersebut disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi, salah satunya Kompas TV.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gerindra: Bila Bambang Widjojanto Ditolak Jadi Panelis Debat, Tanda Kubu Jokowi-Ma’ruf Takut, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/12/31/gerindra-bila-bambang-widjojanto-ditolak-jadi-panelis-debat-tanda-kubu-jokowi-maruf-takut.

Penulis: Taufik Ismail        

Editor: Sanusi