Politisi Gerindra yakin Pemerintah Tidak akan Sanggup Kembalikan Dana Pinjaman Proyek Kereta Cepat

INDOPOS.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nizar Zahro menyakini bahwa negara tidak akan bisa mengembalikan pinjaman dana dari China Development Bank (CDB) pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Nizar yakin lantaran pinjaman dana pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sangat fantastis dan harga tiket kereta Cepat tersebut relatif mahal yang memungkinkan akan sepi peminat.

“Kita sebetulnya menolak. Walaupun itu menjadi proyek strategis Nasional (PSN). Tapi kita (sudah) memberikan peringatan kepada pemerintah dengan hutang dari China yang diperkirakan sampai 64 Triliun dengan bunga 4 persen pertahun kita bakal gagal bayar. Kita tidak akan bisa memenuhi bayaran tersebut,” katanya di bilangan Sultan Agung Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2017).

“Apa yang mau dibayarkan. Sedangkan ongkos kereta cepat Jakarta – Bandung ini diperkirakan (tarifnya) 200-300 ribu. Siapa yang mau naik. Naik bis apa gojek aja sekarang ada ini, Kan orang ini kan penginnya murah. Siapa yg mau ikut itu, Coba siapa yang mau ikut itu,”Imbuhnya.

Menurutnya setelah negara gagal bayar hutang, maka pihak asing selanjutnya akan mengincar BUMN untuk dikuasainya. “Jadi cabang-cabang produksi dan BUMN-BUMN kita itu akan dikuasai asing semua,” tegasnya.

Politisi dari daerah pilihan Bangkalan ini mengakui bahwa pemerintah boleh saja melaksanakan program apapun, meskipun itu bukan lah suatu program yang mendesak. “Jadi menurut saya ini tidaklah kebutuhan yang mendesak. Tapi kalo pemerintah ngotot silahkan. Kita tidak ingin menghambat,” katanya.

Namun dia meminta kepada masyarakat untuk mencatat sejarah Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini. “Tapi perlu dicatat sama masyarakat, bila mana nantinya pemerintah gagal bayar maka ini merupakan satu kebijakan yang salah,” tegasnya.

Sekadar informasi, CDB akan menggelontorkan pinjaman US$ 4,498 miliar untuk membiayai pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung.

Kontrak perjanjian pinjaman tersebut sudah ditandatangani oleh CDB dengan perusahaan konsorsium pembangunan proyek yang pembangunannya sudah dicanangkan Presiden Jokowi awal 2016 lalu. (jaa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Sumber : indopos.co.id