PRIMA Laporkan Dugaan Kecurangan ‘Geser Suara’ Pemilu di Bangkalan ke DKPP

RILIS.ID, Jakarta— Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) mendatangi Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk melaporkan dugaan terjadinya pergeseran suara hasil Pemilu Legislatif 2019 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pelaporan itu dilakukan pada hari ini, Selasa (30/7/2019) pukul 14.15 WIB.

Awalnya, pengurus PRIMA mengetahui kasus ini dari pemberitaan media online tentang kesaksian seorang kuasa hukum dari Caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil Jatim XI Moh. Nizar Zahro, yang menyatakan adanya indikasi pemalsuan formulir C1 di Kabupaten Bangkalan.

Pengacara berani menyatakan pendapat adanya pemalsuan setelah dirinya melakukan inzage atau pemeriksaan barang bukti di Sidang Mahkamah Konstitusi.

“Berangkat dari situlah, kami melakukan investigasi mendalam,” ujar Ketua Presidium PRIMA, Syaroni kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/7).

Dari investasi tersebut, PRIMA mendapatkan 4 data. Pertama, C1 versi Situng yg meliputi 9 Kecamatan. Kedua, C1 versi Caleg Gerindra yang mencakup 9 kecamatan. Ketiga, Jawaban Bawaslu di Sidang MK. Dan keempat, jawaban Tim Advokasi KPU di Sidang MK.

“Betapa kagetnya kami setelah menganalisa dan membandingkan, ada indikasi pergeseran suara di 9 kecamatan di Kabupaten Bangkalan,” katanya.

Syaroni menegaskan, suara rakyat adalah suara Tuhan atau Vox populi vox dei. Tidak ada pihak manapun yang boleh memanipulasi suara rakyat.

“Satu suara saja digeser itu sudah menodai kesucian demokrasi. Pelakunya harus dihukum berat,” tegasnya.

Atas ditemukannya perbedaan suara pada formulir C1, Syaroni menganggap pihak penyelenggara lah yang harus bertanggung jawab. Yakni KPU Kabupaten Bangkalan dan Bawaslu Bangkalan.

Oleh karena itu, PRIMA melaporkan kasus ini ke DKPP agar kasus ini diusut sesuai setuntas-tuntasnya. Bila terbukti adanya keterlibatan para komisioner KPU Kabupaten Bangkalan dan Bawasalu, sambung Syaroni, maka harus diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Sanksi terberat perlu dijatuhkan agar ke depan tidak ada lagi pihak yang berani menggeser-geser suara rakyat. Tindakan menggeser suara telah mendzolimi rakyat dan perjuangan caleg,” terang dia.

Sebagai organisasi yang konsen dengan penegakan demokrasi tanpa kecurangan, dikatakan Syaroni, PRIMA akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Menurutnya, siapa pun yang menodai demokrasi dengan cara-cara kotor harus ditindak tegas.

“Alhamdulillah, laporan kami sudah diterima oleh DKPP. Kami berharap kasus ini segera disidangkan. Laporan ini adalah sebagai bentuk kepedulian PRIMA untuk menjadi pendidikan politik demi terwujudnya demokrasi yang berintergritas,” tukasnya.

Sumber Berita: http://mobile.rilis.id/prima-laporkan-dugaan-kecurangan-geser-suara-pemilu-di-bangkalan-ke-dkpp